Bahas Tuntas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Selasa, 22 November 2016

Pengertian Topologi Jaringan Komputer dan Macam-macamnya

Pengertian Topologi Jaringan dan Macam-macamnya serta Kelebihan dan Kekurangannya- Topologi jaringan komputer merupakan suatu cara menghubungkan perangkat komputer (telekomunikasi) yang satu dengan yang lainnya sehingga dapat membentuk jaringan. Dalam suatu jaringan telekomunikasi, jenis topologi yang dibuat akan mempengaruhi kecepatan komunikasi. Untuk itu maka perlu diketahui kelebihan dan kekurangan dari macam‐macam topologi jaringan komputer tersebut berdasarkan karakteristiknya.

Maka pada kesempatan ini kita akan sama-sama belajar memahami topologi jaringan komputer di lengkapi dengan gambarnya. Adapun pokok pembahasan pada artikel ini sebagai berikut;
➤ Pengertian Topologi Jaringan Komputer dan Macam-macamnya
➤ Macam-macam Topologi Jaringan dan Kelebihan dan Kekurangannya
➤ Memahami Topologi BUS, Star, Ring, Mesh,  Extenden Star dan Hierarchical beserta Gambarnya
➤ Prinsip Kerja Jaringan Bus, Star, Ring, Mesh dll.

Sebelum membahas panjang lebar mengenai topologi jaringan konputer, perlu kita ketahui bersama bahwa topologi jaringan komputer terbagi menjadi 6 bagian diantaranya yaitu;
Macam-macam Topologi Jaringan Komputer adalah :

1. Topologi BUS
2. Topologi Star
3. Topologi Ring
4. Topologi Mesh
5. Topologi Extended Star
6. Topologi Hierarchical


1. Topologi Bus

Topologi bus ini sering juga disebut sebagai topologi backbone, dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentangkan kemudian beberapa komputer dihubungkan pada kabel tersebut.
Secara sederhana pada topologi bus terdapat satu kabel media transmisi yang dibentangkan dari ujung ke ujung, kemudian kedua ujung tersebut ditutup dengan “terminator” atau terminating-resistance (biasanya berupa tahanan listrik sekitar 60 ohm).
Pada titik tertentu diadakan sambungan (tap) untuk setiap terminal.
Bentuk tap tersebut umumnya berupa “kabel transceiver” bila digunakan “thick coax” sebagai media transmisi.
Atau bisa jugamenggunakan media transmisi  berupa “BNC T-connector” bila digunakan “thin coax”
Selain BNC T-connector ,  “RJ-45” dan “hub” bisa digunakan apabila bila digunakan kabel UTP.
Transmisi data dalam kabel bersifat “full duplex”, dan sifatnya “broadcast”, semua terminal bisa menerima transmisi data.
Suatu protokol akan mengatur transmisi dan penerimaan data, yaitu Protokol Ethernet atau CSMA/CD.
Melihat bahwa pada setiap segmen (bentang) kabel ada batasnya maka diperlukan “Repeater” untuk menyambungkan segmen-segmen kabel tersebut.

Pengertian Topologi Jaringan Komputer dan Macam-macamnya


Karakteristik Topologi BUS

Node–node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel ditutup dengan terminator.
Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah, hemat dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer.
Sangat ekonomis dalam biaya.
Paket‐paket data saling bersimpangan pada suatu kabel
Tidak membutuhkan hub, namun yang banyak dipakai adalah Tconnector pada setiap Ethernet card.
Masalah yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka seluruh jaringan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.

Keuntungan Topologi BUS

Topologi yang sederhana
Kabel yang digunakan tidak banyak untuk menghubungkan komputer‐komputer atau peralatan‐peralatan yang lainnya.
Menghemat biaya,  dibandingkan dengan susunan pengkabelan yang lain.
Cukup mudah jika kita ingin memperluas jaringan pada topologi bus dan Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya.
Tak membutuhkan banyak kabel karena hanya satu jalur saja.
Instalasi lebih mudah karena layout kabel sederhana.

Kerugian Topologi Jaringan BUS
Lalu lintas komunikasi padat karena topologi BUS mempunyai satu jalur sehingga mengakibatkan pelambatan .
Jika jarak terlalu jauh, maka harus menggunakan repeater agar kekuatan sinyalnya tidak  berkurang.
Agak sulit terdeteksi apabila terdapat kesalahan atau kerusakan sehingga akan sulit melakukan troubleshoot.
Jika salah satu client rusak, maka jaringan tidak dapat berfungsi.
Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung memperlemah sinyal elektrik yang dikirimkan, dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat diterima dengan benar.
Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.

2. Topologi Star  ( Bintang )

Topologi star digunakan dalam jaringan yang padat, pada saat endpoint dapat dicapai langsung dari lokasi pusat, kebutuhan untuk perluasan jaringan dan membutuhkan kehandalan yang tinggi. Topologi Star merupakan susunan yang menggunakan lebih banyak kabel daripada topologi bus dan karena semua komputer dan perangkat terhubung ke central point. Jadi apabila ada salah satu komputer atau perangkat yang mengalami kerusakan maka tidak akan mempengaruhi yang perangkat lainnya (jaringan).

Prinsip kerja Jaringan STAR
Setiap komputer dalam topologi jaringan star berkomunikasi dengan central hub yang mengirimkan kembali pesan ke semua komputer (dalam broadcast star network) atau hanya ke komputer yang dituju saja (dalam switched star network). Perangkat keras Hub dalam broadcast star network bisa menjadi aktif ataupun menjadi pasif. Active hub akan memperbaharui sinyal elektrik yang diterima dan mengirimkannya ke semua komputer yang terhubung ke hub tersebutt. Hub jenis ini sering disebut juga dengan multiport repeater. Apabila  kita menggunakan hub memiliki 32 port, dengan seluruh port hub terisi, maka collision akan sering terjadi sehingga akan mengakibatkan kinerja jaringan menurun.



Untuk menghindari hal tersebut gunakanlah switch yang memiliki kemampuan untuk menentukan jalur tujuan data. Active hub dan switch membutuhkan tenaga listrik untuk menjalankannya. Pasisive hub, seperti wiring panel atau blok punch-down, hanya berfungsi sebagai titik koneksi (connection point) dan tidak melakukan penguatan sinyal atau memperbaharui sinyal. Berbeda dengan Active hub, Passive hub sama sekali tidak membutuhkan tenaga listrik untuk menjalankannya.


Kelebihan topologi star :
⤑Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke simpul pusat maka pengelolaan menjadi mudah
⤑Kegagalan komunikasi mudah ditelusuri.
⤑Kegagalan pada satu komponen/terminal tidak mempengaruhi komunikasi terminal lain.
⤑Kontrol terpusat sehingga memudahkan dalam deteksi dan isolasi kesalahan serta memudahkan pengelolaan jaringan.
⤑Pengembangan jaringan paling  fleksibel.
⤑Kemudahan dalam mendeteksi apabila terjadi kesalahan atau  kerusakan.
⤑Pemasangan atau perubahan jaringan sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain.

Kekurangan topologi star :
Kegagalan pusat kontrol (simpul pusat) memutuskan semua komunikasi
Bila yang digunakan sebagai pusat kontrol adalah HUB maka kecepatan akan berkurang sesuai dengan penambahan komputer, semakin banyak semakin lambat.
Kabel yang  digunakan banyak sehingga Boros dalam penggunaan kabel
Kondisi HUB harus tetap dalam kondisi baik, kerusakan HUB berakibat lumpuhnya seluruh link dalam jaringan sehingga computer tidak dapat saling berkomunikasi.

3. Topologi Extented Star

Topologi Extented Star adalah topologi yang sama dengan topologi jaringan star. Tetapi dalamtopologi ini ,  memiliki satu atau lebih repeater dalam satu node pusat dan jangkauannya lebih panjang dibandingkan topologi star. Baca : Pengertian Jaringan Komputer

Disamping itu topologi extended (topologi extended star) merupakan lanjutan dari perkembangan topologi star dimana karakteristiknya tidak jauh berbeda dengan topologi star,yaitu:
1. Setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node, sedangkan sub node berkomunikasi dengan central node. Traffic data mengalir dari node ke sub node lalu diteruskan ke central node dan kembali lagi.
2. Digunakan pada jaringan yang besar dan membutuhkan penghubung yang banyak atau melebihi dari kapasitas maksimal penghubung.

Keunggulan Topologi Extended Star

1. Jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lainnya tidak akan terganggu, tetapi apabila central node terputus maka semua node disetiap sub node akan ikut terputus
3. Tidak bisa digunakan pada kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, karena untuk berkomunikasi antara satu node ke node lainya membutuhkan beberapa kali hops.

4. Topologi MESH

Topologi jaringan mesh ini menerapkan hubungan antar central secara penuh. Banyaknya saluran harus disiapkan guna membentuk suatu jaringan topologi mesh yaitu jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, dengan n adalah jumlah sentral).

Komponen Pembentuk Utama Topologi Jaringan Mesh
Komponen utama yang umumnya digunakan dalam topologi jaringan mesh ini adalah DXC atau Digital Cross Connect  dengan satu atau lebih dari dua sinyal aggregate, dan tingkat cross connect (koneksi persilangan) yang bermacam pada level sinyal SDH.
Tingkat kesulitan yang terdapat pada topologi jaringan mesh ini sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Begitu juga mahal dalam pengoperasiannya.
Ciri- ciri dari topologi jaringan mesh Konsep Internet. Baca Sejarah Internet
Tidak ada client dan server, semuanya bisa bertindak sebagai client dan bertindak sebagai  server Peer to peer
Bentuk mesh yang paling sederhana adalah array dua dimensi tempat masing-masing simpul saling terhubung dengan keempat tetangganya.
Diameter komunikasi sebuah mesh yang sederhana adalah 2 (n-1)
Koneksi wraparraound pada bagian-bagian ujung akan mengurangi ukuran diameter menjadi 2 ( n/s ).
Topologi Mesh ini cocok untuk hal-hal yang berkaitan dengan algoritma yang berorientasi matriks.

Karakteristik Topologi MESH
Topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan‐ peralatan  yang ada.
Susunannya pada setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung satu sama lain.
jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan sangat sulit sekali untuk dikendalikan dibandingkan hanya sedikit peralatan saja yang terhubung.

Keuntungan Topologi MESH
Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault tolerance.
Terjaminnya kapasitas channel komunikasi, karena memiliki hubungan yang berlebih.
Relatif lebih mudah untuk dilakukan troubleshoot.

Kerugian Topologi MESH
Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat jumlah komputer dan peralatan‐peralatan yang terhubung semakin meningkat jumlahnya.
Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.

Berbentuk seperti pohon bercabang yang terditi dari komputer induk (host) yang diswitchungkan dengan simpul atau node lain secara berjenjang, jenjang yang lebih tinggi berfungsi sebagai pengetur kerja jenjang dibawahnya, biasanya topologi ini digunakan oleh perusahaan besar atau lembaga besar yang mempunyai beberapa cabang daerah, sehingga data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang atau sebaliknya.

Penggunakan jaringan hirarki
Model jaringan hirarki dipilih untuk mendisain suatu jaringan LAN karena mudah digunakan untuk mengolah dan memperluas suatu jaringan sehingga dapat mempermudah pembentukan jaringan tersebut.

Bentuk model jaringan hirarki
Desain jaringan hirarkis membagi jaringan menjadi beberapa lapisan yang menyerupai bentuk pohon. Setiap lapisan menyediakan fungsi-fungsi tertentu yang mendefinisikan perannya dalam jaringan secara keseluruhan. Dengan memisahkan berbagai fungsi-fungsi yang ada di jaringan, maka jaringan menjadi desain modular, yang memfasilitasi skalabilitas dan performa.Topologi hirarki terdiri dari tiga layer, yaitu : access, distribution, dan core.

Pengertian Topologi Jaringan Komputer dan Macam-macamnya


Berbentuk seperti pohon bercabang yang terditi dari komputer induk (host) yang diswitchungkan dengan simpul atau node lain secara berjenjang, jenjang yang lebih tinggi berfungsi sebagai pengetur kerja jenjang dibawahnya, biasanya topologi ini digunakan oleh perusahaan besar atau lembaga besar yang mempunyai beberapa cabang daerah, sehingga data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang atau sebaliknya.

Penggunakan jaringan hirarki
Model jaringan hirarki dipilih untuk mendisain suatu jaringan LAN karena mudah digunakan untuk mengolah dan memperluas suatu jaringan sehingga dapat mempermudah pembentukan jaringan tersebut.

Bentuk model jaringan hirarki
Desain jaringan hirarkis membagi jaringan menjadi beberapa lapisan yang menyerupai bentuk pohon. Setiap lapisan menyediakan fungsi-fungsi tertentu yang mendefinisikan perannya dalam jaringan secara keseluruhan. Dengan memisahkan berbagai fungsi-fungsi yang ada di jaringan, maka jaringan menjadi desain modular, yang memfasilitasi skalabilitas dan performa.Topologi hirarki terdiri dari tiga layer, yaitu : access, distribution, dan core.

Prinsip Desain Jaringan Hierarki
• Network Diameter : jumlah switch dalam suatu jalur pengiriman antara dua titik device .
• Bandwidth Aggregation : bagaimana mengimplementasikan kombinasi beberapa jalur diantara dua switch ke dalam satu logical link
• Redundant Links : digunakan untuk menjamin ketersediaan jaringan melalui beberapa jalur yang mungkin

KELEBIHAN
1. Data terpusat secara hirarki sehingga manajeman data lebih baik dan mudah
2. Terkontrol; Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas;
KEKURANGAN
1. Komputer di bawahnya tidak dapat dioprasikan apabila kabel pada komputer tingkat atasnya terputus;
2. Dapat terjadi tabrakan file (collision)
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Topologi Jaringan Komputer dan Macam-macamnya

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar