Bahas Tuntas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Minggu, 13 November 2016

Sejarah Internet di Dunia dan di Indonesia

Sejarah Internet di Dunia dan di Indonesia - Sebelum mengenal pengertian internet dan manfaat internet, ada baiknya kalian mengetahui sejarah internet di dunia dan sejarah intetnet di indonesia serta bagaimana internet masuk ke Indonesia. Artikel ini akan menjelaskan sejarah internet secara lengkap namun mudah untuk dipahami karena pada artikel ini juga kalian menemukan rangkuman sejarah internet secara singkat padat dan jelas.

sejarah internet di indonesia lengkap sejarah internet di indonesia secara singkat sejarah internet di dunia sejarah internet dan perkembangannya perkembangan internet di indonesia sejarah internet di dunia dan indonesia rangkuman sejarah internet di indonesia makalah sejarah internet di indonesia
Sejarah Internet

Sejarah Internet di Dunia

Sejarah internet dimulai pada 1969 ketika DAPRA (Defense Advanced Research Projects Agency) memutuskan untuk menyelanggarakan reseach tentang cara menghubungkan beberapa komputer sehingga membentuk jaringan organik.

Mereka menghubungkan beberapa komputer berbasis UNIX melalui saluran telepon dalam jarak yang jauh sehingga komputer-komputer tersebut dapat saling berkomunikasi. Dalam proyek ini dirancang bagaimana bentuk jaringan, kehandalan, dan berapa besar data atau informasi yang dapat dipin- dahkan dari komputer satu ke komputer lain.

Tujuan pertama dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Program ini dikenal dengan nama ARPANET (Advance Research Projects Administration Network yang merupakan cikal bakal dari internet).  Jaringan pertama yang dibangun menghubungkan 4 tempat, yaitu UCLA (University of California Los Angeles), UCSB  (University of California Santa  Barbara),  University  of Utah, dan SRI (Stanford Research Institute).

Pada 1970-an, sudah lebih dari sepuluh komputer yang sudah berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga komputer mampu saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.

Baca juga :
Pengertian Jaringan Komputer
Manfaat Jaringan Komputer
Macam Macam Jaringan Komputer
Topologi Jaringan Komputer

Hingga tahun 1972 jaringan ini telah menghubungkan lebih dari 20 komputer. ARPANet menjadi backbone internetworking untuk institusi pendidikan, penelitian, industri, dan kontraktor terutama yang berkaitan dengan jaringan militer.

Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET tepatnya pada tahun 1972. Program elektronik mail ini sangat mudah sehingga mudah menjadi populer. Pada tahun ini juga, simbol “@” juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”.

Tahun ini juga jaringan telah menghubungkan lebih dari 20 komputer. ARPANet menjadi backbone internetworking untuk institusi pendidikan, penelitian, industri, dan kontraktor terutama yang berkaitan dengan jaringan militer.

Setahun kemudian tepatnya tahun 1973, jaringan komputer ARPANET (Advance Research Projects Administration Network) mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer pertama yang menjadi anggota jaringan ARPARET adalah computer University College di London.

Pada tahun yang sama juga, datanglah Vinton Cerf dan Bob Kahn yang merupakan ahli komputer mempresentasikan sebuah ide yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide tersebut dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.

Pada tgl 26 Maret 1976, Ratu Inggris berhasil mengirimkan email dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Jelang setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di jaringan ARPANET membentuk sebuah network.

Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis, dan Steve Bellovin membuat grup berita pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981, France Telecom menciptakan gebrakan dengan memperkenalkan telepon televisi pertama, di mana dengan alat ini orang bias saling menelepon sambil berhubungan dengan video link.

Dikarenakan komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin bertambah, maka diperlukan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Oleh karena itu, pada tahun 1982 dibentuklah sebuah protokol Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protocol atau IP.

Tidak mau ketinggalan, Eropa munculkan jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang mana Eunet menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark, dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa mail dan newsgroup USENET.

Pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain yang dikenal dengan DNS atau Domain Name System, DNS ini berguna untuk menyeragamkan alamat jaringan komputer. Karena komputer yang tersambung dalam jaringan yang ada sudah melebihi 1.000 komputer dan 10.000 komputer pada 1987.

Tahun 1988, Jarkko Oikarinen dari Finland adalah pengembang jaringan internet pertama memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Tahun 1989, komputer yang terhubung dengan jaringan kembali melonjak 10 kali. Tercatat lebih dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan.

Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan WWW yang merupakan program editor dan browser. WWW mampu menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan.

Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah mencapai sejuta komputer dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3.000 alamat halaman dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator 1.0

Intisari Sejarah Internet Secara Singkat

1972, Roy Tomlinson menyempurnakan program e-mail yang telah ia ciptakan setahun sebelumnya untuk ARPANet dengan memperkenalkan ikon @ sebagai lambang penting  yang  berarti "at".

1973,  Jaringan  ARPANet  mulai  dikembangkan  ke  luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama di luar Amerika Serikat yang terhubung pada jaringan  ARPANet.

1979, Tom Truscott, Steve Bellovin, dan Jim Ellis   membuat newsgroups  pertama  yang  diberi  nama USENet.

1982,  TCP/IP (Transmission Control  Protocol/Internet  Protocol) mulai digunakan sebagai sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua  jaringan.

1982,  Di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa e-mail dan  newsgroup USENet.

1984,  Diperkenalkan  sistem  nama  domain,  yang  sekarang dikenal dengan DNS (Domain Name System) yang berfungsi untuk menyeragamkan sistem pemberian nama alamat di jaringan   komputer.

1986,  NSFNET  (National  Science  Foundation  Network) dibangun dengan kecepatan backbone 56 Kbps. Banyak jaringan internasional mulai dibangun di beberapa negara dan dihubungkan ke  NSFNET.

1988, Jarko Oikarinen dari  Finland membuat dan memperkenalkan program IRC (Internet Relay Chat), yaitu  program  untuk  chatting.

1989,  Jumlah  komputer  yang  terhubung  ke  jaringan kembali melonjak 10 kali lipat. Lebih dari 100.000 komputer  telah  membentuk sebuah jaringan.

1990,  Timothy  Berners  Lee  seorang  ahli  komputer  dari Inggris menciptakan program editor dan browser yang dapat menjelajah antara satu komputer dengan komputer lainnya yang membentuk jaringan. Program inilah  yang  disebut  WWW (World  Wide Web).

1990,  DoD  (Departement  of  Defence)  membubarkan ARPANet.
1992,  Komputer  yang  saling  terhubung  ke  jaringan  sudah melampaui 1.000.000 komputer lebih, dan di tahun yang sama  muncul  istilah  surfing  the Internet.

1994, Pertama  kalinya  virtual-shopping  atau  e-retail muncul di Internet. Pizza Hut on-line merupakan contoh pertama dari aplikasi tersebut. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga kelahiran Netscape Navigator 1.0.

2001, Internet mendapatkan QOS (Quality of Services) untuk suara dan video. Seiring dengan berjalannya waktu, layanan kualitas dan keamanan Internet terus ditingkatkan  sampai sekarang.

Baca juga : Pengertian Internet dan Manfaatnya

Sejarah internet di Indonesia

Sejarah internet Indonesia bermula di awal tahun 1990-an. Waktu itu, jaringan Internet di negara Indonesia lebih dikenal dengan Paguyuban Network. M. Samik-Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, Onno W. Purbo artinya sejumlah nama legendaris pada awal pembangunan Internet Indonesia (tahun 1992 hingga 1994).

Masing-masing nama telah menyumbangkan keahliannya dan juga dedikasinya pada menciptakan jaringan komputer atau PC dan Internet yang ada di Indonesia.

Tulisan pertama mengenai Internet di Indonesia terinspirasi oleh sebuah kegiatan radio amatir (ARC – Amatir radio Club) . Hanya bermodalkan pesawat radio pemancar SSB (Single Side Band) Amatir Radio Kenwood TS430 miliknya Harya Sudirapratama (YC1HCE) dan komputer Apple II miliknya Onno W. Purbo (YC1DAV), belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama, J. Tjandra Pramudito, Suryono Adisoemarta belajar kepada para senior amatir radio seperti Robby Soebiakto, Alm. Achmad Zaini Yos melalui band amatir radio 40 m atau 7 MHz. Mereka mendiskusikan cara menciptakan jaringan komputer dengan radio menggunakan teknologi radio paket.

Robby Soebiakto pada saat itu bekerja di sebuah perusahaan yaitu PT. USI IBM Jakarta dan beliau adalah ahli di antara para amatir radio di Indonesia, khususnya di bidang komunikasi data packet switching melalui radio yang dikenal menjadi radio paket.

Teknologi radio paket TCP/IP untuk Internet lalu diadopsikan oleh rekan-rekan Robby Soebiakto pada BPPT, LAPAN, UI, dan  ITB yang akhirnya menjadi tumpuan PaguyubanNet antara tahun 1992 sampai tahun 1994.

Sejarah Internet Di Indonesia 1998
Pada tahun 1988, Robby Soebiakto meminta Onno W. Purbo yang saat itu berada di Hamilton, Ontario, Kanada diminta untuk mempelajari teknik jaringan Internet yang berbasis protokol TCP/IP. Robby Soebiakto meyakinkan Onno W. Purbo bahwa  masa depan teknologi jaringan komputer di global akan berbasis di protokol TCP/IP.

Hal ini kemudian menjadi pemicu akan penulisan buku-buku jaringan komputer Internet berbasis TCP/IP oleh Onno W. Purbo maupun rekan-rekan penulis lainnya yang ada Indonesia.

Robby Soebiakto juga menjadi koordinator alamat IP pertama dari AMPR-net (Amatir Packet Radio  Network) yang dikenal menggunakan domain AMPR.ORG serta IP 44.132. AMPR-net Indonesia kemudian dikordinasi oleh Onno W. Purbo di tahun 2000. Salahsatu aktifitas AMPR-net adalah mengkordinasi aktifitas anggota ORARI melalui mailing listORARI, orari-news@yahoogroups.Com.

Di awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia, Robby Soebiakto adalah salahsatu pionir di kalangan amatir radio Indonesia yang mengaitkan jaringan amatir BBS-Bulletin Board System . BBS adalah jaringan email yang merelai e-mail supaya dikirim melalui server/komputer BBS yang mengkaitkan poly "server" BBS amatir radio seluruh global agar email bisa berjalan dengan sangat lancar.

Komunikasi yang di lakukan oleh Onno W. Purbo yang waktu itu berada di Kanada bersama rekan-rekan amatir radio di Indonesia terus berlanjut sampai awal 1990an. Menggunakan alat-alat PC/XT dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia dan Kanada dilakukan melalui jaringan amatir radio. Robby Soebiakto akhirnya berhasil menciptakan gateway amatir satelit di rumahnya di kawasan Cinere.

Dengan menggunakan bantuan satelit-satelit OSCAR milik amatir radio, komunikasi lebih antara Indonesia dan Kanada berjalan cepat. Pengetahuan secara perlahan ditransfer serta berkembang melalui jaringan amatir radio ini.

Sejarah Internet Di Indonesia 1992-1993
Pada tahun 1992-1993, Muhammad Ihsan, seseorang peneliti di LAPAN Ranca Bungur yang menggunakan pimpinannya mak Adrianti menjalin sebuah kerjasama dengan DLR (sebuah lembaga penelitian antariksa Jerman) mereka mencoba berbagi jaringan komputer menggunakan teknologi radio paket pada band 70 cm serta dua m.

Setelah itu, Muhammad Ihsan menjadi promotor penggerak di LAPAN untuk menciptakan dan mengoperasikan satelit buatan LAPAN Indonesia yang dikenal sebagai LAPAN TUBSAT maupun INASAT.

Jaringan LAPAN dikenal juga sebagai JASIPAKTA serta didukung dengan DLR. Muhammad Ihsan mengoperasikan relai penghubung antara ITB Bandung menggunakan gateway Internet yang ada pada BPPT. Di BPPT, Firman Siregar mengoperasikan gateway radio paket yang bekerja pada band 70 centimeter. PC 386 sederhana yg menjalankan acara NOS di atas sistem operasi DOS dipergunakan menjadi gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya.

Sejarah Internet Di Indonesia 1994
Tanggal tanggal 7 Juni 1994, Randy Bush berasal dari negara Portland, Oregon, Amerika serikat melakukan ping ke IPTEKNET lalu melaporkan hasilnya pada rekan-rekannya yang ada di Natonal Science Foundation (NSF) Amerika serikat.

Pada laporan Randy Bush tersebut tertera waktu yg diharapkan untuk "ping" pertama dari Indonesia ke Amerika, yaitu lebih kurang 750 mili dtk melalui jaringan leased line yang berkecepatan 64 Kbps.

Nama lain yang tidak kalah berjasa ialah Pak Putu. Beliau membuatkan PUSDATA DEPRIN di masa kepemimpinan Menteri Perindustrian Tungki Ariwibowo sekaligus menjalankan BBS pusdata.Dprin.Go.Id.

Pada masa awal perkembangan BBS, Pak Putu berjasa mempopulerkan penggunaan e-mail, khususnya di Jakarta. Aktivitas Pak Putu banyak didukung oleh Menteri Perindustrian Tungki Ariwibowo yang tertarik pada komputer serta Internet. Pak Tungki adalah menteri pertama Indonesia yang menjawab email sendiri.

Pada akhir tahun 1992, Suryono Adisoemarta kembali ke negara Indonesia. Kesempatan itu tidak dilewatkan sang anggota Amatir Radio Club (ARC) ITB seperti, Aulia K. Arief, Arman Hazairin, Basuki Suhardiman yg didukung Adi Indrayanto untuk mencoba menyebarkan gateway radio paket di ITB.

Berawal semangat sekaligus bermodalkan PC 286 bekas, ITB juga turut bergerak pada jaringan PaguyubanNet. Institusi lain mirip UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN yang lebih dahulu terhubung ke jaringan Internet memiliki fasilitas yg jauh lebih baik daripada ITB. Pada ITB, modem radio paket berupa Terminal Node Controller (TNC) artinya alat-alat pinjaman berasal Muhammad Ihsan dari LAPAN.

Pada saat masih menempuh studi di University of Texas di Austin, Texas, Suryono Adisoemarta menyambungkan TCP/IP Amatir Radio Austin ke gateway Internet untuk pertama kalinya pada gedung Chemical and Petroleum Engineering University of Texas, Amerika perkumpulan. Semenjak waktu itu, komunitas Amatir Radio TCP/IP Austin Texas tersambung ke jaringan TCP/IP di seluruh belahan dunia.

Pengetahuan inilah yang kemudian diterapkan Suryono Adisoemarta ketika mengembangkan radio paket di ITB. Suryono Adisoemarta yg kemudian hari menyandang nama panggilan YD0NXX sebagai motor penggerak teknologi satelit Amatir Radio maupun teknologi Amateur Packet Reporting System (APRS) yg memungkinkan kita untuk melihat posisi-posisi stasiun amatir radio di peta  di Internet yang bisa ditinjau pada situs http://aprs.Fi.

Berawal dari teknologi radio paket kecepatan rendah 1200 bps, ITB  lalu memperoleh sambungan leased line 14.4 Kbps ke RISTI Telkom menjadi bagian asal IPTEKNET pada tahun 1995. Akses Internet permanen diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan yang lainnya khususnya pada PaguyubanNet.

Sejarah Internet Di Indonesia 1996

September 1996 adalah tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3) sehingga memperoleh bandwidth 1.5M bps ke Jepang yang terus ditambah menggunakan sambungan ke TelkomNet & IIX sebanyak 2 Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting dalam jaringan pendidikan di Indonesia yang menamakan dirinya AI3 Indonesia yg mengkaitkan lebih asal 25 forum pendidikan pada Indonesia di tahun 1997-1998.

Jaringan pendidikan menjadi lebih marak di saat naskah kita ini di tulis, dengan adanya JARDIKNAS dan melekat yang dioperasikan sang DIKNAS dan mengkaitkan sekitar 15.000 lebih sekolah Indonesia ke Internet yang akan menjadi media untuk mencerdaskan bangsa Indonesia agar bisa berkompetisi di era globalisasi mendatang.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sejarah Internet di Dunia dan di Indonesia

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar