Bahas Tuntas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Kamis, 05 Januari 2017

Pengertian BIOS dan Fungsinya beserta Jenis dan Komponennya

Pengertian BIOS dan Fungsinya beserta Jenis dan Komponennya – Apa itu BIOS? BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output System (dibaca bye-oss) merupakan sebuah program atau perangkat lunak antarmuka tingkat rendah yang berfungsi mengendalikan atau mengontrol perangkat keras komputer (seperti keyboard) yang terpasang pada komputer dan berfungsi untuk booting. BIOS dipasang di dalam ROM (read only memory).

Karena kedekatannya dengan perangkat keras, BIOS biasanya dibuat dengan menggunakan bahasa rakitan (assembly) yang digunakan oleh mesin yang bersangkutan. BIOS pertama kali hadir dalam sistem operasi CP/M. BIOS merupakan bagian dari CP/M yang dimuat ketika proses booting dimulai.

BIOS juga sering disebut sebagai ROM BIOS karena pada awalnya BIOS disimpan dalam chipROM dalam motherboard. Sehingga BIOS dapat dieksekusi ketika komputer dihidupkan. BIOS yang ada dalam komputer modern disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulis ulang secara elektrik atau Flash ROM. Dewasa ini Flash BIOS lebih populer dibandingkan dengan ROM BIOS.

Pengertian BIOS dan Fungsinya
Meskipun BIOS disimpan dalam ROM, namun konfigurasi BIOS tidak disimpan dalam ROM melainkan disimpan di sebuah chip terpisah yang disebut sebagai Real-time clock (RTC). RTC ini berupa sebuah Non-Volatile Random Access Memory (NVRAM). NVRAM juga sering disebut sebagai CMOS RAM, Karena menggunakan metode pembuatan CMOS, NVRAM membutuhkan daya yang sangat kecil supaya bisa bekerja.
Fungsi BIOS
BIOS dalam sistem komputer merujuk kepada kumpulan program atau perangkat lunak yang mampu melakukan berbagai proses berikut:

Fungsi utama BIOS adalah untuk menangani proses pengaturan sistem termasuk Booting sistem operasi sedangkan Fungsi utama CMOS adalah untuk menangani dan menyimpan pengaturan konfigurasi BIOS.

Driver BIOS
Tugas pertama BIOS adalah untuk mengkonfigurasi semua sistem perangkat keras dengan driver dasar sehingga sistem dapat bangun dan berjalan. driver ini akan mengatur dan mempersiapkan memori sistem dan mengkonfigurasi perangkat periferal untuk digunakan seperti hard drive, drive optik, dan kartu video.

Fungsi Lain dari BIOS
1. Mengatur aliran data antara sistem operasi komputer dan perangkat yang terpasang seperti hard disk, kartu video, keyboard, mouse, dan printer
2. Inisialisasi atau penyalaan dan pengujian terhadap perangkat keras dalam suatu proses yang disebut dengan Power On Self Test atau POST
3. Memuat dan menjalankan OS atau sistem operasi
4. Mengatur konfigurasi dasar dalam komputer seperti tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer
5. Membantu sistem operasi dan aplikasi lainnya dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.

Keberadaan BIOS dalam sistem komputer memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting dalam mengelola sumber daya komputer, sebelum fungsi tersebut dikelola oleh sistem operasi.

Fungsi BIOS tersebut antara lain adalah :
1. Mengenali berbagai perangkat keras komputer yang telah terpasang (selesai dirakit), seperti Hardisk, CD Rom dan DVD Rom.
2. Mengetahui spesifikasi dari masing-masing perangkat keras komputer, seperti kapasitas, dan merk hardisk atau CD-R/DVD-R. Baca juga : Cara melihat kapasitas hardisk dan RAM
3. Melakukan pengujian pada peragkat keras komputer yang terpasang yang dikenal dengan istilah POST (Power On Self Test).
4. Menentukan perubahan pengaturan tanggal dan waktu.
5. Menentukan urutan booting yang akan digunakan untuk melakukan proses instalasi sistem operasi.
6. Mengeksekusi MBR (Master Boot record) yang berada pada bagian pertama pada hardisk, yang fungsinya ialah untuk memanggil sistem operasi dan menjalankannya.
Jenis-Jenis BIOS
Terdapat beberapa perusahaan yang menyediakan BIOS komputer antara lain adalah sebagai berikut:
- Award Software. Jenis BIOS ini meliputi; Award BIOS, Award Modular BIOS, dan Award Medallion BIOS
- Phoenix Technologies. Perusahaan ini yang meluncurkan beberapa versi BIOS diantara nya adalah: Phoenix BIOS, dan setelah melakukan merjer dengan Award Software, meluncurkan Phoenix-Award BIOS.
- American Megatrends Incorporated (AMI). Perusahaan ini mengeluarkan beberapa jenis BIOS seperti: AMI BIOS, dan AMI WinBIOS,
- Para OEM seperti Hewlett-Packard/Compaq, IBM/Lenovo, Dell Computer, dan OEM-OEM lainnya.
- Acer Labs,  Microid Research, LSI Logic, Winbond
Komponen BIOS
Umumnya dalam BIOS yang terpasang dalam komputer memiliki beberapa komponen dasar antara lain adalah sebagai berikut:
• Program BIOS Setup yang memungkinkan user untuk mengubah konfigurasi komputer seperti jenis hardisk, disk drive, manajemen daya listrik, kinerja komputer dan lain-lain sesuai keinginan. BIOS menyembunyikan detail- detail cara pengaksesan perangkat keras yang cukup rumit apabila dilakukan secara langsung.
• Driver Bios untuk perangkat-perangkat keras dasar, seperti video adapter, perangkat masukan (input), prosesor, dan beberapa perangkat lainnya untuk sistem operasi dasar 16-bit (keluarga DOS).
• Program bootstraper utama yang memungkinkan komputer dapat melakukan proses booting ke dalam sistem operasi yang terpasang.

 Terimakasih sudah membaca pengertian BIOS dan Fungsinya, semoga bermanfaat. Anda bisa mendownload artikel di atas dalam format PDF di bawah ini.
Download artikel diatas secara GRATIS dalam format Pdf
Bagikan melalui Facebook / Twitter / Google Plus untuk melihat Link Download
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian BIOS dan Fungsinya beserta Jenis dan Komponennya

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar