Bahas Tuntas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Senin, 09 Januari 2017

Pengertian Booting dan Jenisnya

Pengertian Booting dan Jenisnya – Apa itu booting ? Booting adalah proses awal untuk menghidupkan atau menyalakan komputer.  Proses  booting komputer akan memeriksa perangkat keras (hardware) komputer sebelum digunakan. Ketika komputer mulai dihidupkan maka ada operasi yang dilakukan secara otomatis oleh komputer yang disebut Booting.

Dalam proses Booting itu, Sistem akan memeriksa semua perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)  yang dipasang atau terlampir dengan Sistem. Dan pada saat booting ini akan memuat semua File yang diperlukan untuk menjalankan sistem.

Dalam Proses Booting semua File tersebut yang disimpan di dalam chip ROM juga akan di Load untuk menjalankan sistem. Dalam proses Booting Sistem akan membaca semua informasi dari file tersebut yang disimpan ke dalam ROM Chip dan chip ROM akan membaca semua instruksi tersebut yang tersimpan dalam File tersebut. Setelah Booting dari sistem ini secara otomatis akan menampilkan semua informasi pada sistem.

pengertian booting dan jenisnya
Booting
Proses Booting Komputer
BIOS, Sistem operasi dan komponen perangkat keras semua harus bekerja dengan baik; Kegagalan salah satu dari tiga elemen diatas kemungkinan akan mengakibatkan gagal booting. Secara umum proses-proses yang dilakukan saat proses booting sebuah komputer adalah sebagai berikut:

1. Ketika komputer dihidupkan, memorinya masih kosong. Belum ada instruksi yang dapat dieksekusi oleh prosesor. Karena itu, prosesor dirancang untuk mencari alamat tertentu di BIOS ROM. Pada alamat tersebut, terdapat sebuah instruksi jump yang menuju ke alamat eksekusi awal BIOS. Selanjutnya, proses akan memeriksa kondisi hardware yang ada yang disebut dengan power-on-self test (POST). Baca juga: Pengertian BIOS dan Fungsinya

2. Sesudah itu, BIOS akan mencari video card. Secara khusus, dia mencari program BIOS milik video card. Kemudian sistem BIOS menjalankan video card BIOS. Barulah setelah itu, video card diinisialisa.

3. Kemudian BIOS memeriksa ROM pada hardware yang lain, apakah memiliki BIOS tersendiri apakah tidak. Jika ya, maka akan dieksekusi juga.

4. Terakhir BIOS melakukan pemeriksaan lagi, missal seperti memeriksa ukuran besar memori dan jenis memori. Selebihnya, BIOS memeriksa hardware yang lain, seperti disk. Lalu dia mencari disk dimana proses boot bisa dilakukan, yaitu mencari boot sector. Boot sector ini bisa berada di hard disk ataupun floppy disk.

Jenis Jenis Booting
1. Booting Dingin (Cold Booting)
Setelah memahami pengertian booting dan proses booting, sekarang saatnya mengetahui jenis-jenis booting. Secara umum proses booting dapat dikelompokan menjadi dua macam yaitu booting dingin (cold booting) dan booting panas (warm booting).

Cold Booting adalah suatu proses menghidupkan komputer ketika komputer dalam keadaan mati atau dingin. Baca juga : Cara Menghidupkan Komputer Sesuai Prosedur

Sebuah booting dingin biasanya dimulai dengan menekan tombol power komputer. Sebuah komputer melakukan booting dingin sudah dalam keadaan shutdown, dimana tidak ada perangkat keras, perangkat lunak, jaringan atau operasi perifer terjadi. Untuk sebagian besar, cold boot dilakukan agar komputer dapat melakukan tugas-tugas komputasi standar (penggunaan umum).

Langkah-langkah yang dilakukan dalam proses booting dingin yaitu :
Colokan Kabel Power komputer kedalam kontak listrik.
Pastikan bahwa peralatan komputer seperti monitor, keyboard, mouse, dan perangkat lainnya sudah terpasang dengan benar.

Tekan tombol power pada casing CPU, maka proses yang dilakukan oleh komponen komputer sebagai berikut adalah: Ketika arus listrik dalam keadaan baik, maka Power Supply akan mengirimkan sinyal ke chip-chip motherboard memberitahukan bahwa komputer siap untuk dinyalakan. Selanjutnya BIOS ROM akan mengluarkan program BOOT, yang kemudian  akan dicek dan dilihat oleh Processor untuk tahap selanjutnya.

Apabila pada proses BOOT terjadi kesalahan, maka BIOS akan memberikan kode POST error seperti kode beep atau kode post pada layar. Dan proses akan terhenti sampai masalah terselesaikan
BIOS pada VGA card akan mengecek keadaan Video Card tersebut dan kemudian mengidentifikasinya.
BIOS utama akan mencari perangkat keras (hardware) yang menggunakan BIOS.
Start Up.
BIOS akan menampilkan layar start up pada layar monitor.
Memory BIOS.
BIOS akan menguji keadaan memori (RAM)
Perangkat keras BIOS.
BIOS akan mencari dan menguji perangkat keras yang tersambung dengan komputer.
PnP (Plug and Play) BIOS.
BIOS akan membaca dan konfigurasi hardware atau perangkat PnP (USB Flash Disk, Printer, USB Keyboard, USB Mouse, dll) secara otomatis.
BIOS Screen Configuration.
BIOS akan menampilkan kesimpulan konfigurasi.
BOOT Drive.
Bios akan mencari drive untuk melakukan boot seperti yang diatur pada boot sequence.
BOOT Record.
Setelah proses pencarian drive selesai, BIOS akan mencari frist boot device dalam urutan yang memiliki MBR (Master Boot Record) dalam Harddrive, Floppy, atau CD Drive.
Operating System. BIOS memulai proses boot pada sistem operasi yang ada pada drive.
Apabila BIOS tidak menemukan BOOT Table Hardware, maka sistem akan terhenti.

2. Booting Hangat (Warm Booting)

Sementara itu ada yang disebut booting panas (Warm Booting) adalah proses booting komputer yang mana komputer sedang dalam keadaan hidup. Langkah-langkah yang dilakukan dalam proses booting panas antara lain adalah:

Pada komputer yang menjalankan Windows, Anda biasanya dapat reboot dengan memilih "mematikan komputer" dari menu start dan kemudian klik "restart" pada jendela yang muncul. Cara lain adalah melalui Ctrl-Alt-Delete.

Lebih lengkapnya, silahkan baca "Pengertian Warm Booting (Booting Hangat) dan Penjelasannya"

Terimkasih sudah membaca pengertian booting dan jenisnya, anda bisa mendonload artikel di atas dengan format PDF di bawah ini;

Bagikan melalui Facebook / Twitter / Google Plus untuk melihat Link Download
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Booting dan Jenisnya

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar