Bahas Tuntas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Senin, 07 Agustus 2017

Pengertian Cold Booting (Booting Dingin) dan Penjelasannya

Pengertian Cold Booting (Booting Dingin) dan Penjelasannya - Dalam dunia komputer, "booting" adalah start up. Booting terbagi menjadi dua Cold Booting dan Warm Booting. Perbedaan antara boot hangat dan Cold Booting terletak dalam keadaan komputer Anda sebelum melakukan booting.

Pada artikel ini saya akan mencoba menjelaskan tentang "Pengertian Cold Booting (Booting Dingin).


Pengertian Cold Booting

Cold Booting adalah proses memulai komputer dari shutdown atau keadaan yang tidak ada daya (mati) dan menyetelnya kembali kepada kondisi kerja normal.

Cold Booting ini mengacu pada proses umum untuk memulai komponen perangkat keras komputer atau server sampai pada titik dimana sistem operasi dan semua aplikasi dan layanan startup diluncurkan.

Baca Juga: Pengertian Booting dan Jenisnya

Pengertian Cold Booting Menurut Para Ahli

1. Menurut Jones, Landes, Tittel (2002),  Cooper (2002), Tulloch (2002) dan Soper (2004), pada platform IBM PC yang kompatibel, Cold Booting adalah Proses booting di mana komputer dimulai kembali dari keadaan tidak ada daya atau mati.

2. Tulloch (2002) juga menyebutkan bahwa pada Cold Booting adalah sistem melakukan power-on self-test (POST)

3. Cooper (2002) dan Soper (2004) juga menyatakan bahwa tombol reset mungkin memulai Cold Booting.

4. Jones, Landes, Tittel (2002) bertentangan dengan pernyataan ini dan menyatakan bahwa menekan tombol reset bisa berlaku untuk memulai Cold Booting dan Warm Booting, tergantung pada sistemnya.

Cara melakukan Cold Booting
Cold Booting biasanya dilakukan dengan cara menekan tombol daya (ON-OFF) pada kotak CPU. Komputer yang sedang melakukan Cold Booting sudah dalam status shutdown, dimana pada saat itu perangkat keras, perangkat lunak, jaringan atau periferal tidak berjalan.

Baca Juga: Cara Menghidupkan Komputer Sesuai Prosedur

Pengertian Cold Booting (Booting Dingin) dan Penjelasannya
Pengertian Cold Booting (Booting Dingin) dan Penjelasannya

Dalam beberapa situasi, Cold Booting dilakukan agar komputer mampu melakukan tugas komputasi standar (general use). Namun, terkadang juga Cold Booting dibutuhkan setelah terjadi troubleshooting hardware atau software.

Berbeda dengan booting hangat, Cold Booting tidak hanya berisi isi RAM tapi juga membersihkan cache. Cold Booting ini bisa memastikan tidak ada program yang bertentangan atau data mereka tertinggal dalam memori komputer.

Saat menghidupkan dan mematikan komputer, sebenarnya anda sedang melakukan Cold Booting. Selama Cold Booting tersebut, komputer menjalankan tes sendiri pada perangkat kerasnya dan memuat sistem operasinya sebelum siap digunakan.

Bagaimana dengan Cold Hangat?
Silahkan pelajari pengertian Booting Hangat di sini…

Memilih Cold booting atau Booting Panas?
Metode booting yang berbeda tentu akan memiliki dampak yang berbeda. Jika booting Hangat akan membuat menutup semua proses dan meng-update program serta instalasi untuk menyelesaikannya.

Maka Cold Booting memberi kesempatan untuk mengatur ulang semua komponen komputer, sehingga dengan melakukan Cold Booting akan membersihkan memori. Cold Booting akan menghentikan hard drive dan kemudian memutarnya lagi serta akan mendiginkan komponen komputer.

Waktu yang dibutuhkan dalam proses Cold Booting lebih lama dari pada Warm Booting, karena komputer tidak menjalankan self test rutin.

Warm Booting tidak memiliki kesempatan untuk mereset, mendinginkan, menghentikan komponen.

Cold Booting di lakukan apabila komputer anda sedang mengalami hal-hal di bawah ini:
a. Mangalami Masalah
Booting dapat dilakukan oleh pengguna, staf pendukung atau administrator sistem sebagai teknik untuk mengatasi bug di perangkat lunak, seperti kebocoran memori atau proses yang menghasilkan sumber daya sehingga akan merugikan semua sistem, atau booting bisa dilakukan untuk menghentikan perangkat lunak jahat .

b. Berpindah sistem operasi
Pada sistem multi-boot tanpa hypervisor, reboot diperlukan untuk beralih di antara sistem operasi yang terinstal.

c. Serangan
Seperti yang dinyatakan sebelumnya, komponen kehilangan daya saat booting; Oleh karena itu, komponen seperti RAM yang membutuhkan daya kehilangan data yang mereka tahan.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Cold Booting (Booting Dingin) dan Penjelasannya

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar