Bahas Tuntas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Senin, 21 Agustus 2017

Pengertian UPS dan Fungsinya serta Jenisnya

Pengertian UPS dan Fungsinya serta Jenisnya – Apa itu UPS? UPS adalah singkatan dari uninterruptible power supply yang artinya Suplai daya bebas gangguan. Sesuai dengan namanya, perangkat keras yang satu ini berfungsi untuk memberikan energi sementara kepada komponen yang terpasang ketika listrik mati.

Baca juga: 27 Perangkat Keras Komputer dan Fungsinya beserta Gambarnya

UPS biasanya menggunakan baterai backup sebagai catuan daya alternative. UPS ini dapat memberikan supply daya kepada semua perangkat elektronik yang terpasang. Sehingga apabila listrik mati, maka UPS lah yang memberikan daya.

UPS merupakan sistem penyedia daya listrik yang sangat penting dan diperlukan sekaligus dijadikan sebagai benteng dari kegagalan daya serta kerusakan sistem komputer dan perangkat keras komputer.

Dengan kemampuannya memberikan daya kepada semua perangkat yang terpasang, maka tidak salah apabila UPS menjadi suatu sistem yang vital. Sehingga keberadaanya sangat dibutuhkan dan digunakan oleh banyak perusahaan yang menyediakn jasa telekomunikasi, penyedia layanan internet dll.

Sehingga sangat jelas apabila perusahaan tidak menggunakan UPS akan mengalami kerugian yang sangat besar jika sistem tersebut tidak dilindungi oleh UPS.

Diatas sudah disinggung sepintas tentang fungsi UPS. Disamping fungsi tersebut, ternyata UPS memiliki fungsi yang lain. Dibawah ini adalah beberapa fungsi UPS.
Pengertian UPS dan Fungsinya serta Jenisnya
uninterruptible power supply


Fungsi dan Manfaat Menggunakan UPS

1. UPS Dapat memberikan suplai daya sementara ketika terjadi kegagalan daya pada listrik utama (listrik padam).

2. UPS juga dapat memberikan kesempatan waktu yang cukup secepatnya menghidupkan genset sebagai pengganti listrik utama.

3. Memberikan kesempatan waktu yang cukup kepada anda agar secepatnya melakukan back up data dan mengamankan komputer dengan mematikannya sesuai prosedur.

Karena dengan proses mematikan komputer yang tidak benar (komputer mati mendadak) akan menimbulkan kegagalan sistem dan kerusakan pada komponen komputer. Begitu juga pada saat menghidupkan komputer. Jika Anda terbiasa menghidupkan komputer dengan cara yang salah. Maka saya jamin komputer Anda tidak akan berumur panjang.
Bagaimana cara menghidupkan komputer sesuai dengan prosedur? Silahkan baca artikel dibawah ini.

Cara Menghidupkan Komputer Sesuai dengan Prosedur

4. Fungsi UPS selanjutnya adalah melakukan stabilisasi tegangan pada saat terjadi perubahan tegangan (tegangan tidak stabil) pada input sehingga tegangan output yang digunakan oleh sistem komputer berupa tegangan yang stabil.

5. UPS dapat melakukan diagnosa dan managemen terhadap dirinya sendiri sehingga akan memudahkan Anda untuk mengantisipasi jika akan terjadi gangguan terhadap sistem.

6. Mudah untuk digunakan dan proses instalasi tidak membutuhkan tenaga ahli.

7. Anda juga dapat melakukan kontrol UPS melalui jaringan LAN dengan menambahkan beberapa aksesoris yang dibutuhkan.

8. Dapat diintegrasikan dengan jaringan internet.
9. Ada pemberitahuan apabila terjadi kegagalan dengan melakukan pengaturan perangkat lunak UPS management.

Jenis-jenis UPS berdasarkan cara kerja

1. Line-interactive UPS
Line-interactive UPS adalah jenis UPS yang dilengkapi dengan alat AVR (automatic voltage regulator) yang berfungsi mengatur tegangan dari suplai daya ke semua peralatan.

2. On-line UPS
On-line UPS adalah jenis UPS yang memiliki 1 rectifier dan 1 inverter yang terpisah. Jenis UPS ini harga nya lebih mahal daripada jenis UPS lainnya.

Karena pada saat terjadi gangguan, suplai daya ke rectifier akan diblok sehingga akan ada arus DC dari baterai ke inverter yang kemudian diubah menjadi AC.

3. Off-line UPS
Off-line UPS adalah jenis UPS yang paling murah dari pada jenis UPS yang lainnya. Karena rectifier dan inverter berada dalam satu unit. Artinya pada saat terjadi gangguan, switch akan berpindah sehingga suplai daya dari suplai utama terblok. Akibatnya akan mengalir arus DC dari baterai menuju inverter.

Baca Juga: Pengertian Switch dan Fungsinya

4. modified UPS
Terakhir ada modified UPS , UPS yang satu ini hanya di produksi oleh para antusias engineering yang berhubungan dengan komputer, dll.

Komponen-komponen UPS

1. Baterai
Jenis baterai yang dipasang pada UPS biasanya berjenis lead-acid atau jenis nikel-cadmium. Baterai ini biasanya mampu menjadi sumber tegangan cadangan kurang lebih 30 menit.

2. Rectifier (penyearah)
Komponen UPS ini berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi arus DC dari suplai listrik utama. Hal ini bermanfaat ketika proses pengisian baterai.

3. Inverter
Inverteri adalah komponen UPS yang bertugas mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC. Hal ini dilakukan pada ketika baterai pada UPS digunakan untuk memberikan daya kepada komputer.

Ringkasan
UPS adalah singkatan dari uninterruptible power supply adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk memberikan daya sementara kepada semua perangkat yang terpasang kepadanya.

Jenis UPS sementara ini ada Empat, yaitu; Line-interactive UPS, On-line UPS, Off-line UPS dan modified UPS.

UPS  terdiri dari beberapa komponen, yaitu Baterai, Inverter dan Rectifier.

Nah, itulah Pengertian UPS dan Fungsinya serta Jenisnya yang bisa saya rangkum pada artikel ini. Terimakasih sudah berkunjung. :D
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian UPS dan Fungsinya serta Jenisnya

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar